Advertiser

Gili Meno

Gili Meno terletak di antara Gili Trawangan dan Gili Air, dengan populasi hanya sekitar 400 orang, pulau ini sangat sepi dan sangat cocok untuk anda yang ingin menjauh dari hiruk pikuk kota besar. Gili Meno juga sangat diminati oleh wisatawan yang sedang ber bulan madu / honeymoon dengan pasangannya.

 

To Do..

Sedikit berbeda dengan Gili Trawangan yang terkenal dengan pesta dan musik sampai larut malam, tidak terlalu banyak aktifitas wisata di Gili Meno, kebanyakan wisatawan di pulau ini menghabiskan waktu di pantai, melakukan aktifitas air seperti berenang, snorkeling & diving, atau hanya sekedar berdiam diri dan membaca buku. Di malam hari suasana pulau akan sangat sunyi, begitu sunyi sehingga sayup-sayup suara musik dari klub-klub malam di Gili Trawangan kadang dapat terdengar dari kejauhan hingga tengah malam.

 

Seperti Gili Trawangan, di pulau ini juga tidak terdapat kendaraan bermotor, sarana transportasi hanya berupa sepeda, kuda dan kereta cidomo. Namun tidak perlu khawatir karena Gili Meno berukuran cukup kecil bahkan lebih kecil dari kedua saudaranya Gili Trawangan dan Gili Air, anda bisa berkeliling pulau dengan berjalan kaki tanpa memakan waktu terlalu lama.

 

To See..

Gili Meno memiliki sebuah danau kecil, danau air asin yang sering disebut sebagai danau garam ini sekaligus sebgai tempat tinggal dan bertengger aneka burung laut yang cukup menarik untuk dilihat di waktu-waktu tertentu. Di musim kemarau tepian danau akan mengering, penduduk setempat memanfaatkannya sebagai tambak garam. Jika anda masih kurang puas melihat burung di sini, anda bisa mengunjungi Gili Meno Bird Park.

 

Gili Meno Bird Park merupakan sebuah tempat mirip kebun binatang kecil berisi anekaragam burung, anda bisa mengunjungi tempat ini dengan membayar tiket masuk Rp. 60.000 / orang. Tempat ini juge sekaligus menyediakan fasilitas  penginapan bernama Gili Meno Bird Park Resort.

 

Mirip dengan Gili Trawangan, di Gili Meno juga terdapat sebuah tempat penangkaran anak penyu / tukik yang nantinya akan dilepaskan ke laut. Bangunan bernama Gili Meno Turtle ini seolah menjadi kompensasi bagi para penyu untuk berkembang biak karena pasir pantai yang biasa mereka gunakan untuk bertelur telah digunakan oleh wisatawan sebagai tempat wisata. Terdapat beberapa kolam di dalam bangunan ini, masing-masing berisi anak penyu dengan umur berbeda. Anda bisa berpartisipasi dengan menyumbangkan sedikit uang di kotak sumbangan yang tersedia.

 

To Eat..

Terdapat beberapa restaurant & rumah makan di Gili Meno, walaupun tidak semewah dan selengkap restaurant di Bali, namun beberapa diantaranya cukup baik untuk ukuran resto di sebuah pulau terpencil. Kebanyakan resto terletak di pinggir pantai dengan pemandangan spektakuler pulau Lombok atau Gili Trawangan dari kejauhan. Makan malam sambil menikmati sunset dan masakan khas sasak lombok akan sangat mengesankan.

 

Untuk anda yang ingin berhemat bisa mengunjungi Yaya Warung, hidangan seperti nasi goreng, mie goreng, kangkung belacan, tempe goreng sampai dengan ayam taliwang bisa dipesan di sini dengan harga yang murah sambil menikmati keindahan pantai Gili Meno. 

 

Baca Juga..

Cara menuju Gili Meno

Hotel di Gili Meno

TO DO

"Diving adalah kegiatan favorit bagi wisatawan di Gili Trawangan, terdapat banyak pilihan penyedia jasa Diving dengan sertifikasi internasional dari PADI (Professional Association of Diving Instructors)"

"Eating, Gili Trawangan adalah surga untuk wisata kuliner khususnya di malam hari. Beragam pilihan restaurant dengan menu masing masing dapat anda pilih sesuka hati" 

Read more to do..

TO SEE

"Presean atau stick fighting adalah pertunjukan kesenian suku sasak yang antara lain dapat anda saksikan di kawasan Pasar Seni Gili Trawangan."

"The Beach, Pantai Gili Trawangan dengan pemandangan indah baik di atas maupun di bawah airnya, dengan anekaragam koral dan ikan yang sangat menakjubkan."

Read more to see..

Advertiser